INSGANIT oleh Ust. Rutin : Keutamaan Ramadhan & Kiat Menggapai Lailatul Qadar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ď·» yang masih mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan—bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Tidak semua orang yang Ramadhan tahun lalu membersamai kita, masih Allah beri kesempatan untuk berjumpa Ramadhan hari ini. Maka, bertemunya kita dengan bulan yang mulia ini adalah tanda cinta dan kesempatan emas dari-Nya.
Ramadhan bukan sekadar pergantian kalender hijriah. Ia adalah momentum kebangkitan jiwa, ruang perbaikan diri, dan madrasah kehidupan bagi setiap mukmin.
Ramadhan: Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah ď·» menegaskan dalam firman-Nya pada Al-Qur'an bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya kitab suci sebagai hudan linnas—petunjuk bagi manusia.
Artinya, Ramadhan memiliki hubungan yang sangat erat dengan Al-Qur’an. Jika selama ini hati terasa gelap oleh kesibukan dunia, maka Ramadhan adalah lentera yang Allah nyalakan untuk menerangi langkah kita. Jika jiwa terasa kering, maka ayat-ayat-Nya adalah embun yang menyejukkan.
Ramadhan mengajarkan kita untuk kembali pada sumber kehidupan: wahyu Ilahi.
Keutamaan Bulan Ramadhan
Ramadhan memiliki begitu banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya:
1. Pahala Dilipatgandakan
Setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Amal sunnah bernilai seperti wajib, dan amal wajib dilipatgandakan berkali-kali lipat. Ini adalah kesempatan besar untuk memperbanyak tabungan akhirat.
2. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
Dalam bulan ini, pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Suasana spiritual diciptakan Allah agar manusia lebih mudah mendekat kepada-Nya.
3. Bulan Tarbiyah (Pendidikan Jiwa)
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia adalah latihan mengendalikan diri:
-
Menahan amarah
-
Menjaga lisan
-
Mengontrol hawa nafsu
-
Memperbaiki akhlak
Ramadhan membentuk karakter. Ia mengajarkan kesabaran, empati kepada kaum dhuafa, serta kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah.
Keutamaan Lailatul Qadar
Di dalam Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Nilainya lebih dari 83 tahun ibadah. Satu malam yang dapat mengubah catatan hidup seseorang.
Allah ď·» mengabadikan kemuliaan malam ini dalam Surah Al-Qadr. Pada malam tersebut:
-
Malaikat turun ke bumi membawa keberkahan
-
Ditentukan berbagai ketetapan Allah
-
Dipenuhi dengan kedamaian hingga terbit fajar
Bayangkan, satu malam yang penuh kesungguhan dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan diangkatnya derajat seorang hamba. Betapa ruginya jika kita melewatkannya.
Kiat Menggapai Lailatul Qadar
Lailatul Qadar bukan sekadar ditunggu, tetapi diperjuangkan. Berikut beberapa kiat untuk meraihnya:
1. Hidupkan Malam-Malam Ramadhan
Kurangi aktivitas yang sia-sia. Batasi waktu scroll media sosial, perbanyak sujud dan doa. Malam Ramadhan adalah waktu istimewa yang tidak akan terulang dua kali dalam kehidupan kita.
2. Perbanyak Qiyamul Lail
Tidak harus panjang, tetapi hadirkan hati. Satu rakaat dengan tangisan dan keikhlasan lebih berharga daripada seribu rakaat tanpa penghayatan.
3. Dekat dengan Al-Qur’an
Bukan hanya dibaca, tetapi direnungi. Biarkan ayat-ayatnya menegur, menasihati, dan memeluk hati kita. Jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an.
4. Perbanyak Doa Ampunan
Muhammad ď·ş mengajarkan doa yang sangat dianjurkan dibaca saat Lailatul Qadar:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.)
Karena inti dari Lailatul Qadar adalah pengampunan.
5. Niatkan Perubahan Setelah Ramadhan
Ramadhan bukan akhir, melainkan awal kebangkitan. Tanda Ramadhan diterima bukan hanya terlihat dari rajinnya ibadah selama satu bulan, tetapi dari istiqamah setelahnya.
Ramadhan: Titik Balik Kehidupan
Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Jangan sampai ia hanya berlalu tanpa meninggalkan bekas dalam jiwa kita. Jadikan Ramadhan sebagai titik balik—dari lalai menjadi peduli, dari jauh menjadi dekat, dari biasa menjadi luar biasa dalam ketaatan.
Semoga Allah memilih kita sebagai hamba yang dipanggil namanya pada malam Lailatul Qadar. Semoga dosa-dosa kita diampuni, doa-doa kita dikabulkan, dan hati kita dilembutkan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
