INSGANIT oleh Ust. Mariya : Baik-Baiklah kepada Diri Sendiri


Dalam Islam, berbuat baik kepada diri sendiri atau self-love bukanlah bentuk egoisme. Justru, ia merupakan bagian dari syukur dan ketaatan kepada Allah ﷻ. Sebab, tubuh dan jiwa yang kita miliki hari ini bukanlah milik pribadi sepenuhnya, melainkan amanah dari Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

“Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugiannya) kembali kepada dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isrā’ : 7)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan—baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain—hakikatnya akan kembali kepada diri kita sendiri, menjadi bekal di dunia dan akhirat.


Makna Mencintai Diri dalam Islam

Mencintai diri sendiri dalam pandangan Islam bukan berarti memanjakan hawa nafsu atau mengagungkan ego. Ia justru bermakna:

  1. Menerima kelebihan dan kekurangan diri sebagai bagian dari takdir Allah.

  2. Mengembangkan potensi yang diberikan Allah sebagai wujud syukur.

  3. Tidak merendahkan diri secara berlebihan, hingga lupa akan nilai dan kehormatan yang Allah titipkan.

Seseorang yang mengenal dirinya dengan jujur akan lebih mudah mengenal Tuhannya. Kesadaran ini menumbuhkan sikap seimbang antara rendah hati dan menghargai diri.


Tubuh dan Jiwa Memiliki Hak

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa tubuh memiliki hak atas diri kita. Di antaranya:

  1. Hak untuk beristirahat, tidak dipaksa terus-menerus hingga lelah.

  2. Hak untuk diberi makanan yang halal dan baik, yang menyehatkan.

  3. Hak untuk dijaga kesehatannya, baik kesehatan fisik maupun mental.

Mengabaikan hak-hak ini bukanlah bentuk kesalehan, melainkan kelalaian terhadap amanah.


Berbaik Sangka kepada Diri Sendiri

Berbaik sangka kepada diri sendiri juga merupakan bagian dari iman. Islam tidak mengajarkan kita untuk terus-menerus terjebak dalam rasa bersalah yang melemahkan (self-blame), tetapi mengajak untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan berharap kepada rahmat Allah.

Kesalahan masa lalu bukan alasan untuk membenci diri, melainkan pelajaran untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.


Menjaga Hati sebagai Bentuk Self-Love

Self-love dalam Islam juga berarti menjaga kebersihan hati, di antaranya:

  1. Menjauhi riya’ dan keinginan dipuji.

  2. Membersihkan diri dari dengki dan iri hati.

  3. Tidak membebani diri dengan kelelahan batin karena ingin selalu terlihat sempurna di mata manusia.

Hati yang ikhlas adalah hati yang tenang. Dan ikhlas kepada Allah merupakan bentuk kasih sayang tertinggi kepada diri sendiri.

Karena itu, baik-baiklah kepada diri sendiri, wahai kawan.
Jagalah kesehatanmu.
Perhatikan hak tubuh dan hatimu.

Sebab dengan menjaga diri, sejatinya kita sedang menjaga amanah Allah—amanah yang kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.