INSGANIT oleh Ust. Endang : Filosofi Jari dari Seorang Motivator "Merry Riana"
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam penuh antusias dan doa,
Semoga Allah ﷻ senantiasa melimpahkan ridha dan keberkahan kepada kita semua. 🤲🏻
Pada kesempatan INSGANIT sore hari ini, mari kita renungi sebuah filosofi jari yang disampaikan oleh motivator Merry Riana, yang sarat makna tentang kehidupan, keluarga, dan pasangan hidup.
Filosofi Lima Jari Tangan
Coba perhatikan jari-jari tangan kita:
👍🏻 Ibu jari melambangkan orang tua
☝🏻 Jari telunjuk melambangkan saudara
🖕🏻 Jari tengah melambangkan diri kita sendiri
💍 Jari manis melambangkan pasangan hidup
🤏🏻 Jari kelingking melambangkan anak-anak
Sekarang lakukan ini:
Rapatkan kelima jari tangan, lalu sembunyikan jari tengah ke bawah.
📖 Perhatikan satu per satu:
Ibu jari mudah dibuka
Jari telunjuk juga mudah
Jari kelingking sangat gampang
Namun jari manis, meskipun dicoba dengan berbagai cara, sangat sulit bahkan hampir tidak bisa dipisahkan
Makna Kehidupan di Balik Filosofi Jari
Dari sini kita belajar bahwa:
✅ Orang tua, meskipun sangat kita cintai, tidak akan selalu bersama kita hingga akhir usia
✅ Saudara kelak akan memiliki keluarga, karier, dan jalan hidup masing-masing
✅ Anak-anak ketika dewasa akan mandiri, berkeluarga, dan mengejar cita-citanya
✅ Yang benar-benar tersisa menemani kita menua adalah pasangan hidup
Pasangan bukan hanya tentang cinta, tetapi tentang kehadiran yang disyukuri, dimaknai, dan dijaga.
Dialah yang Allah takdirkan untuk berjalan bersama kita hingga akhir.
✨ Hargai selagi bersama
✨ Jaga selagi masih ada
Doa untuk yang Belum Memiliki Pasangan
Bagi yang saat ini belum memiliki pasangan, mari kita doakan bersama:
Semoga Allah ﷻ segera mempertemukan dengan jodoh terbaik menurut-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin 🤲🏻🤲🏻🤲🏻
Peran Penting Pasangan dalam Aktivitas Dakwah
Kembali pada pasangan hidup, sesungguhnya peran pasangan sangat besar dalam mendukung aktivitas dakwah.
Dakwah bukan sekadar amanah personal, tetapi sering kali menjadi jalan perjuangan keluarga. Di balik langkah-langkah dakwah yang istiqamah, ada pasangan yang menjadi penopang utama—lahir dan batin.
🌱 Peran Pasangan dalam Dakwah
1. Penjaga Niat dan Keikhlasan
Pasangan saling mengingatkan bahwa dakwah adalah ibadah. Saat lelah dan goyah, pasangan hadir meluruskan niat agar tetap karena Allah semata.
2. Sumber Ketenangan dan Dukungan Emosional
Kesibukan dakwah sering menyita waktu dan tenaga. Pasangan yang sabar dan memahami menghadirkan ketenangan (sakinah) yang menguatkan perjuangan.
3. Mitra Diskusi dan Musyawarah
Pasangan bukan hanya pendengar, tetapi partner berpikir. Banyak ide dan solusi dakwah lahir dari obrolan sederhana penuh kepercayaan.
4. Pengatur Ritme Keluarga
Dakwah yang baik tidak mengorbankan keluarga. Pasangan membantu menjaga keseimbangan antara amanah dakwah dan tanggung jawab rumah tangga.
5. Teladan dalam Amal Nyata
Dukungan terbaik adalah keteladanan. Akhlak, keikhlasan, dan pendidikan anak yang baik menjadikan dakwah lebih hidup dan bermakna.
6. Doa yang Menguatkan Langit
Sering kali keberkahan dakwah lahir dari doa pasangan yang dipanjatkan dalam sunyi—doa yang menguatkan langkah ketika tenaga tak lagi mampu.
Dalil Penguat
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu agar kamu merasa tenteram kepadanya…”
(QS. Ar-Rum: 21)
Penutup
Dakwah akan terasa berat jika dijalani sendiri,
namun akan menjadi ringan, indah, dan penuh makna
ketika pasangan hadir sebagai sahabat seperjuangan menuju ridha Allah.