INSGANIT oleh Ust. Evi : Emosi dalam Perspektif Islam dan Psikologi



INSGANIT "Inspirasi Tiga Menit"

Secara psikologis, manusia dianugerahi berbagai emosi dasar sebagai bagian dari fitrah kehidupannya. Emosi-emosi tersebut antara lain: gembira, sedih, marah, takut, cemas, terkejut, malas, iri, cinta dan kasih sayang, bangga, malu, serta syukur. Seluruh emosi ini bukanlah kesalahan, melainkan sinyal batin yang memberi informasi tentang kondisi diri dan lingkungan.

Islam tidak pernah menolak keberadaan emosi. Justru Islam mengajarkan bagaimana mengelola dan menyalurkannya dengan benar, agar emosi tidak menguasai akal dan iman, tetapi menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Emosi dalam Al-Qur’an

1. Marah
Marah adalah emosi alami, namun Islam menekankan pengendalian diri:

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada meluapkan marah, tetapi pada kemampuan mengelolanya.

2. Sedih dan Duka
Kesedihan bukan tanda lemahnya iman. Bahkan para nabi pun mengalaminya:

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesedihan dan dukaku.”
(QS. Yusuf: 86)

Islam mengajarkan bahwa kesedihan seharusnya membawa manusia lebih dekat kepada Allah, bukan menjauhkannya.

3. Takut dan Cemas
Rasa takut dan cemas adalah fitrah, namun iman memberikan ketenangan:

“Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut dan tidak pula bersedih hati.”
(QS. Yunus: 62)

Ketakwaan menumbuhkan rasa aman batin, meski tantangan hidup tetap ada.

4. Gembira dan Senang
Kegembiraan pun diarahkan agar bernilai ibadah:

“Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.”
(QS. Yunus: 58)

Islam mendorong kebahagiaan yang bersumber dari syukur, bukan kesombongan.


Cara Mengelola Emosi Menurut Islam dan Psikologi

A. Mengelola Marah

Menurut Islam:

  • Memperbanyak istighfar

  • Diam atau menjauh dari sumber konflik

  • Minum air atau berwudhu

  • Mengingat bahwa Allah Maha Melihat

Menurut Psikologi:

  • Ambil jeda 6–10 detik sebelum merespons

  • Terapkan metode STOP:
    Stop – Take a breath – Observe – Proceed

B. Mengelola Sedih

Menurut Islam:

  • Mengadu kepada Allah melalui doa

  • Memperbanyak dzikir

  • Mensyukuri nikmat kecil yang masih dimiliki

Menurut Psikologi:

  • Menjaga rutinitas harian

  • Mendapatkan dukungan dari orang terdekat

  • Menulis jurnal emosi

C. Mengelola Takut dan Cemas

Menurut Islam:

  • Membaca doa penghilang kecemasan

  • Memperkuat tawakal

Menurut Psikologi:

  • Latihan pernapasan 4–7–8

  • Teknik grounding (5 hal terlihat, 4 hal disentuh, dan seterusnya)

  • Mengidentifikasi pikiran irasional yang memperburuk kecemasan

D. Mengelola Gembira

Menurut Islam:

  • Menggunakan kebahagiaan untuk amal

  • Tidak berlebihan

  • Mensyukuri nikmat

Menurut Psikologi:

  • Berbagi rasa syukur dengan orang lain

  • Melakukan aktivitas yang bermakna


Prinsip Kunci Pengelolaan Emosi dalam Islam

  1. Emosi adalah fitrah, bukan dosa.

  2. Yang dituntut adalah menahan reaksi, bukan menekan emosi.

  3. Proses sehat: sadar – menerima – mengelola – mengarahkan.

  4. Allah adalah pusat ketenangan jiwa.

Dengan memadukan nilai Islam dan pendekatan psikologi, emosi tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan jalan menuju kedewasaan iman dan kesehatan mental.