INSGANIT oleh Ust. Yuyun : Nikmat Termewah di Dunia yang Sering Terlupa
Dalam kehidupan ini, kita sering mengukur nikmat dari hal-hal yang tampak: harta, jabatan, atau kemewahan dunia. Padahal, ada nikmat yang jauh lebih berharga—bahkan bisa disebut sebagai nikmat termewah—yang kerap tidak kita sadari keberadaannya.
Nikmat adalah karunia dari Allah SWT yang menghadirkan rasa tenang, cukup, dan bahagia dalam hati manusia. Namun, tidak semua nikmat itu terlihat secara kasat mata. Berikut beberapa nikmat termewah yang sejatinya menjadi fondasi kehidupan kita:
1. Waktu: Kesempatan yang Tak Tergantikan
Waktu adalah aset paling berharga yang dimiliki setiap manusia. Dengan waktu, kita diberi kesempatan untuk beribadah, memperbaiki diri, dan berbuat kebaikan. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali, sehingga memanfaatkannya dengan baik adalah bentuk syukur yang nyata.
2. Iman dan Islam: Nikmat Tertinggi
Iman dan Islam adalah nikmat paling agung yang menjadi sumber kebahagiaan sejati. Dengan iman, hidup memiliki arah. Dengan Islam, kita memiliki pedoman yang jelas untuk menjalani kehidupan dunia sekaligus bekal menuju akhirat.
3. Kesehatan: Kekuatan untuk Beramal
Kesehatan sering baru disadari ketika ia hilang. Padahal, dengan tubuh yang sehat, kita dapat bekerja, beribadah, dan menjalani aktivitas dengan optimal. Inilah salah satu nikmat besar yang memungkinkan kita memaksimalkan potensi diri.
4. Hati yang Bersyukur dan Lisan yang Berdzikir
Hati yang mampu bersyukur menjadikan hidup terasa cukup, meskipun dalam keterbatasan. Lisan yang senantiasa berdzikir menjaga kita tetap dekat dengan Allah. Keduanya adalah sumber ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan apapun.
5. Tertutupnya Aib
Salah satu nikmat yang sering tidak disadari adalah ketika Allah menutupi aib dan kesalahan kita. Bayangkan jika setiap kekurangan kita diketahui orang lain—tentu akan sangat memalukan. Maka, tertutupnya aib adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa.
Nikmat-nikmat ini mungkin tidak selalu terlihat mewah di mata manusia, tetapi justru inilah kekayaan sejati yang menentukan kualitas hidup kita.
Mari kita belajar untuk lebih peka, lebih sadar, dan lebih bersyukur atas nikmat-nikmat luar biasa ini. Karena sejatinya, kebahagiaan tidak terletak pada seberapa banyak yang kita miliki, tetapi pada seberapa dalam kita mensyukuri apa yang telah diberikan.
